Gerhana Matahari Hari ini=Gerhana Matahari Wafatnya Putra Nabi Muhammad
15 Januari 2010 at 10:59 am 1 komentar
Hari ini, Jum’at 15 Januari 2010 akan ada fenomena spesial di wilayah kita, Indonesia. Yaitu terjadinya Gerhana Matahari Cincin. Spesialnya terletak pada beberapa hal:
1. Gerhana Matahari terlama selama Millenium ke-3
2. Gerhana Matahari serupa akan terjadi lagi pada 1033 tahun lagi, artinya Gerhana Matahari seperti ini akan terjadi pada tahun 3043 M yang akan datang
3. Gerhana Matahari seperti ini pernah terjadi pada tgl 27 Januari 632 M, bertepatan dengan wafatnya Ibrahim, Putra Nabi Muhammad SAW dari istrinya Mariya Qibthiyah
Gerhana Matahari cincin ini akan terlihat jelas pada posisi puncaknya di wilayah Yogyakarta sekitar jam 15.19 – 15.23 WIB; puncak gerhana ini tergantung masing-masing lokasi. Meski demikian di beberapa wilayah nusantara akan terlihat juga. Di Sumatra terlihat 10-60%. Di Kalimantan terlihat 0-20%. Di Kalimantan terlihat 0-5%.
Gerhana ini sendiri dimulai pada jam 14.33-16.00 WIB. Pertama kali tampak matahari akan benjol (robek) sedikit di bagian kanan bawah (sisi utara), dan bergerak terus sehingga akan terlihat matahari seperti cincin. Di tengah Matahari ada lobangan hitam (bayangan bulan), sehingga cahaya matahari terlihat seperti cincin. Simulasinya dan visualisasinya seperti terlihat dalam gambar di bawah ini:
Visualisasi dari Software Stellarium 0.10.2 di wilayah Yogyakarta
Entry filed under: HISAB RUKYAT (FALAK). Tags: falak, gerhana, gerhana matahari, gerhana matahari 15 januari 2010, gerhana matahari cincin, hisab rukyat, ibrahim, ilmu falak, ilmu hisab rukyat, istri nabi, mariya qibtiyah, muhammad, nabi, putra nabi, wafat, yogyakarta.
1 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed











1.
formitakriy | 4 Agustus 2011 pukul 6:13 pm
Abu Bakrah berkata, “Kami berada di sisi Rasulullah lalu terjadi gerhana matahari. Maka, Nabi berdiri dengan mengenakan selendang beliau (dalam satu riwayat: pakaian beliau sambil tergesa-gesa 7/34) hingga beliau masuk ke dalam masjid, (dan orang-orang pun bersegera ke sana 2/31), lalu kami masuk. Kemudian beliau shalat dua rakaat bersama kami hingga matahari menjadi jelas. Beliau menghadap kami, lalu bersabda, ‘Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kekuasaan Allah, dan sesungguhnya keduanya (2/31) bukan gerhana karena meninggalnya seseorang. Akan tetapi, Allah ta’ala menakut-nakuti hamba-hamba-Nya dengannya. Oleh karena itu, apabila kamu melihatnya, maka shalatlah dan berdoalah sehingga terbuka apa (gerhana) yang terjadi padamu.’” (Hal itu karena putra Nabi saw. yang bernama Ibrahim meninggal dunia, kemudian terjadi gerhana. Lalu, orang-orang berkomentar bahwa gerhana itu terjadi karena kematian Ibrahim itu. Hal ini lantas disanggah Rasulullah dengan sabda beliau itu.)