ZAKAT PENGHASILAN (PROFESI)

10 April 2008 at 11:36 am 2 komentar


 

Tulisan ini diambil dari tulisan Ust. Muchib Aman Aly

Zakat atas Penghasilan (profesi).

 

Oleh: Ustadz Muchib Aman Aly   

Zakat atas penghasilan atau zakat  profesi adalah istilah yang muncul dewasa ini. Adapun istilah Ulama salaf bagi zakat atas penghasilan atau profesi biasanya di sebut dengan “Almalul mustafad”. Yang termasuk dalam kategori zakat mustafad adalah,  pendapatan yang dihasilkan dari profesi non zakat yang dijalani,  seperti gaji pegawai negeri/swasta, konsultan, dokter, dan lain-lain, atau rezeki yang di hasilkan secara tidak terduga seperti undian, kuis berhadiah (yang tidak mengandung unsur judi), dan lain-lain.

Mayoritas Ulama’ tidak mewajibkan zakat atas hasil yang didapat dengan cara di atas. Namun ulama’ kontemporer seperti D.R.Yusuf Qordlowi berpendapat wajib di keluarkan zakatnya, hal demikian merujuk pada salah satu riwayat pendapat dari Imam Ahmad bin Hanbal (Madzhab Hanbali) dan beberapa riwayat yang menjelaskan hal tersebut.<!–[if !supportFootnotes]–>[1]<!–[endif]–>

Diantaranya adalah riwayat dari Ibnu Mas’ud, Mu’awiyyah, Awza’i dan Umar bin Abdul Aziz yang menjelaskan bahwa beliau mengambil zakat dari ‘athoyat (gaji rutin), jawaiz (hadiah) dan almadholim (barang ghosob/curian yang di kembalikan). Abu Ubaid meriwayatkan,  “Adalah Umar  bin Abdul Aziz, memberi upah pada pekerjanya dan mengambil zakatnya, dan apabila mengembalikan almadholim (barang ghosob/curiang yang di kembalikan) diambil zakatnya, dan beliau juga mengambil zakat dari ‘athoyat (gaji rutin) yang di berikan kepada yang menerimanya.

Atas dalil-dalil tersebut di atas dengan merujuk pada Madzhab Hanbali, beberapa  ulama kontemporer berpendapat  adanya zakat atas upah atau hadiah yang di peroleh seseorang. Dengan demikian apabila seseorang dengan hasil profesinya atau hadiah yang didapat menjadi kaya, maka ia wajib zakat atas kekayaan tersebut. Akan tetapi  jika hasil yang di dapat hanya sekedar untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan keluarganya, atau lebih sedikit, maka baginya tidak wajib zakat, bahkan apabila hasilnya tidak mencukupi untuk kebutuhan hidupnya dan keluarganya maka ia tergolong mustahiq zakat.<!–[if !supportFootnotes]–>[2]<!–[endif]–>

 

Nishob dan kadar zakat mustafad

Ada beberapa pendapat yang muncul mengenai nishob dan kadar zakat profesi, yang di kemukakan oleh beberapa Ulama kontemporer, berikut masing-masing pendapat tersebur :

  1. Menganalogikan (men-qiyas-kan) secara mutlak dengan hasil pertanian,  baik  nishob  maupun  kadar  zakatnya.  Dengan  demikian nishobnya adalah setara dengan nishob hasil pertanian yaitu 652,5 kg beras (hasil konversi D.R.Wahbah Azzuhaili), kadar yang harus di keluarkan 5% dan harus dikeluarkan setiap menerima.
  2. Menganalogikan nishobnya dengan zakat hasil pertanian, sedangkan kadar zakatnya dianalogkan dengan emas yakni 2,5%. Hal tersebut berdasarkan atas qiyas atas kemiripan (qiyas syabah) terhadap karakteristik harta zakat yang telah ada, yakni :

o                                Model memperoleh harta tersebut mirip dengan panen hasil pertanian. Dengan demikian maka dapat di qiyaskan dengan zakat pertanian dalam hal nishobnya.

o                                Model bentuk harta yang diterima sebagai penghasilan adalah  berupa mata uang. Oleh sebab itu, bentuk harta ini dapat diqiyaskan dengan zakat emas dan perak (naqd) dalam hal kadar zakat yang harus di keluarkan    yaitu 2,5%.

Adapun pola penghitungan nishobnya adalah dengan mengakumulasikan pendapatan perbulan pada akhir tahun, atau di tunaikan setiap menerima, apabila telah mencapai nishob

  1. Mengkategorikan dalam zakat emas atau perak dengan nengacu pada pendapat yang menyamakan mata uang masa kini dengan emas atau perak (lihat penjelasan zakat uang). Dengan demikian nishobnya adalah setara dengan nishob emas atau perak sebagaimana penjelasan terdahulu, dan kadar yang harus dikeluarkan adalah 2,5%. Sedangkan waktu penunaian zakatnya adalah segera setelah menerima (tidak menuggu haul).

Pendapat ketiga inilah yang saya ambil sebagai pegangan,  karena sesuai dengan yang tercantum didalam kitab Madzhab Hanbali yang menjadi acuan atas diwajibkannya zakat profesi dan pendapatan tak terduga  tanpa harus menganalogkan (men-qiyas-kan) secara paksa dengan zakat-zakat yang lain dengan mempertimbangkan kemampuan menganalogkan (men-qiyas-kan) permasalahan,  sehingga menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan hukum.          

 

Zakat mustafad dari  hasil hadiah undian atau kuis

Apabila harta yang diperoleh dari hasil undian atau kuis baik dalam bentuk uang atau barang sudah setara dengan  nishob perak maka zakat yang di keluarkan adalah 2,5%, sebagaimana zakat emas dan perak, dan di tunaikan segera setelah diterima.

Hadiah berupa uang tunai yang pajakanya ditanggung oleh penerima, zakatnya dihitung setelah dipotong pajak (after tax), hal demikian disebabkan pada umumnya apabila pajak hadiah ditanggung oleh penerima , maka hadiah yang diterima sudah dipotong pajak, sehingga kenyataan hasil yang diterima adalah sejumlah  yang sudah terpotong pajak. Sedangkan hadiah yang pajaknya tidak ditanggung oleh penerima atau hadiah berupa barang, baik pajaknya ditanggung oleh penerima atau tidak, maka zakatnya dihitung sebelum pajak (before tax) karena kewajiban pajak tidak berpengaruh atas penghitungan zakat dari hasil yang diterima.

 

Contoh 1:

Bapak Sulaiman memperoleh hadiah sebesar  Rp 100.000.000. pajak hadiah ditanggung pemenang. Cara menghitung zakatnya adalah :

Hadiah                                              Rp 100.000.000.

Pajak 20% x 100.000.000.                  Rp   20.000.000.

Total yang diterima                            Rp   80.000.000.

Maka zakat yang dikeluarkan adalah  2,5% x Rp 80.000.000 = 2.000.000.

Nishob setara dengan  543,35gr perak, asumsi harga perak @ Rp 5000. = 543,35 x 5000 =  Rp 2.716.750.

 

Contoh 2:

Bapak Samsul memperoleh hadiah mobil senilai 200.000.000.pajak hadiah ditanggung atau tidak di tanggung pemenang. Cara menghiting zakatnya adalah:

Nilai hadiah                                       Rp 200.000.000.

Pajak 20% x 200.000.000.                  Rp  40.000.000.

Maka zakat yang dikeluarkan adalah : 2,5% x 200.000.000 = 5.000.000. (pajak hadiah tidak mengurangi nilai zakat yang dihitung).

 

Entry filed under: ZAKAT. Tags: .

KENAPA ISLAM MEMAKAI ROTASI BULAN SEBAGAI PENENTUAN AWAL BULAN?

2 Komentar Add your own

  • 1. elanamy  |  29 April 2008 pukul 2:44 pm

    Komentar dari Drs. H. E. Yahya (Gara Zawa Kandepag Lamongan):

    Alhamdulillah Pemerintah sudah berupaya memberikan Gaji, Tunjangan dsb dalam 1 tahun telah memenuhi “Nishob”. Perhitungannya dalam 1 tahun rata-rata para PNS sudah menerima gaji lebih kurang 24 juta Rupiah.

    Kalau diukur dengan standar emas 92 gram x @ Rp. 220.000= Rp. 20.240.000, maka setiap PNS yang menerima gaji/ penghasilan 2 juta Rupiah perbulan; maka seharusnya wajib mengeluarkan Zakat Pendapatan dan jasa (Zakat Profesi) 2,5% yang dikumpulkan kepada UPZ (Unit Pengumpul Zakat) di Instansi masing-masing.

    Kalau dari gaji tersebut masih kurang, maka tidak membayar zakt alias miskin. Masya Alloh…! Ini namanya menambah data kemiskinan penduduk Indonesia. Padahal Zakat kalau ditunaikan akan menjadikan harat yang dimiliki semakin bertambah, bersih dan berkah.

    Jagalah hartamu dengan “Membayar Zakat”
    Obati penyakitmu dengan memperbanyak “Infaq dan Shodaqoh”.

    Tabarokalloh alaina, Amiin…

  • 2. anne  |  27 Maret 2009 pukul 5:17 pm

    Tolong di cek lagi pajak untuk undian adalah 25% bukan 20%.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Warna-Warni Masa

April 2008
M S S R K J S
    Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Yang Wira-Wiri Ke Sini:

  • 131,421
MAU DAPAT UANG TAMBAHAN? JOIN DI APENTA! Web Hosting RSSMicro FeedRank Results Locations of visitors to this page free counters

My site is worth
$1,002.75
Your website value?


%d blogger menyukai ini: