PAHLAWAN NERAKA

28 April 2008 at 11:04 am Tinggalkan komentar


PAHLAWAN NERAKA

        Suatu hari sebuah pertempuran antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Kedua-dua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Ketika pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua-dua pihak pulang ke markas masing-masing.

 

Di sana Nabi Muhammad S.A.W dan para sahabat telah berkumpul membincangkan tentang pertempuran yang telah berlaku itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di ruang mata. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka yaitu, Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia kelihatan seperti seekor singa yang lapar untuk menerkam mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut ketika itu.

 

“Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman,” kata salah seorang sahabat.

Mendengar perkataan itu, Rasulullah pun menjawab, “Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka.”

Para sahabat menjadi heran mendengar jawapan Rasulullah itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam akan masuk dalam neraka. Para sahabat berpandangan antara satu sama lain mendengar jawaban Rasulullah itu.

Rasulullah sadar para sahabatnya tidak begitu percaya dengan ceritanya, lantas baginda berkata, “Semasa Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya.”

 

“Dia melakukan perbuatan itu karena dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan kerana melawan musuh, tetapi membunuh dirinya sendiri. Melihat keadaannya yang parah, orang-orang menyangka dia akan masuk syurga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka.”

Menurut Rasulullah S.A.W lagi, sebelum dia mati, Qotzman pernah berkata, , “Demi Allah aku berperang bukan karena agama tetapi hanya sekadar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak karena itu, aku tidak akan berperang.”

 Riwayat ini telah dirawikan oleh Luqman Hakim.

 Diambil dari “1001 Kisah Teladan”

 

 

  

 

Entry filed under: KISAH-KISAH ISLAM. Tags: .

LAILATUL QODAR SANG SUFI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Warna-Warni Masa

April 2008
M S S R K J S
    Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Yang Wira-Wiri Ke Sini:

  • 131,421
MAU DAPAT UANG TAMBAHAN? JOIN DI APENTA! Web Hosting RSSMicro FeedRank Results Locations of visitors to this page free counters

My site is worth
$1,002.75
Your website value?


%d blogger menyukai ini: