ZAKAT MAUT PASURUAN

18 September 2008 at 2:45 pm 1 komentar


ZAKAT MAUT PASURUAN

[Antara Kepatuhan, Ke(Pe)miskinan, Kecelakaan dan Kecerobohan]

Langit

Langit

Inilah sebuah kisah tentang Ironi ” keindahan” latar kondisi sosial masyarakat Indonesia. Betapa tidak…! Di sana, di TKP (Tempat Kejadian Perkara) –begitu Polisi menyebutnya—di lokasi kediaman H. Syaikhon Pasuruan Jatim, telah memunculkan ragam dan pernik sosial yang dapat membuka mata hati kita.

Setidaknya –paling tidak itu yang dapat saya amati—terdapat empat kondisi sosial yang berbeda.Yaitu Kepatuhan, Ke(Pe)miskinan, Kecelakaan dan Kecerobohan.

Pertama, tumbuhnya kesadaran keberagamaan masyarakat Indonesia yang terinternalisasi lewat kepatuhan person-person pemeluknya. Ini dapat dilihat dari kepatuhan H. Syaikhon terhadap ajaran Islam dengan membayarkan zakat malnya kepada yang berhak (mustahiq) secara langsung.

Kedua, dilihat dari limpah ruahnya orang-orang yang mendatangi rumah H. Syaikhon untuk mendapatkan bagian zakat menunjukkan bahwa masih banyak orang-orang miskin di negeri ini. Dan banyaknya orang yang masuk kategori dalam garis kemiskinan ini tidak serta merta datang karena mereka tidak punya etos kerja, ataupun faktor-faktor lain ditinjau dari kacamata teori kemiskinan. Tapi, seperti dikutip oleh beberapa pengamat sosial, kemiskinan di Indonesia semakin menjadi-jadi lebih disebabkan oleh adanya upaya ”pemiskinan” dari pihak-pihak tertentu untuk melanggengkan status quo mereka.

Ketiga, fakta adanya 21 orang yang meninggal mau tidak mau harus kita katakan sebagai kecelakaan. Tanpa menyebut kata itu, tentu kita akan menyebutkan ”kambing hitam” yang belum tentu merekalah penyebabnya. Kita bisa saja menyebut H. Syaikhon sebagai kurang waspada, Polisi kurang mengaplikasikan mottonya sebagai ”Pelayan dan Pengaman Masyarakat”, atau orang miskin sendiri yang kurang berhati-hati dan kurang sabar dalam antrean panjang manusia yang menginginkan bagian zakat.

Keempat, sepertinya yang ada di beberapa headline media; selang beberapa saat kemudian MUI mengeluarkan fatwa ”Zakat alaH. Syaikhon Hukumnya Haram”. Tentu ini sebuah fatwa yang agak tergesa-gesa, bahkan terkesan ceroboh. Sebab sebuah institusi sebasar MUI tidak seharusnya mengeluarkan sebuah fatwa tanpa ada studi yang mendalam atas masalah yang ada. Bisa jadi kecerobohan fatwa MUI ini akan menjadi boomerang bagi tingginya kesadaran keberagamaan umat. Artinya, bisa jadi dengan fatwa MUI ini kesadaran beragama masyarakat tentang zakat akan semakin turun. (mudah-mudahan tidak!)

Wallohu a’lam bis Showab….

Entry filed under: BERITA AKTUAL. Tags: .

Khutbah Nabi Menjelang Bulan Romadlon SATU HILAL SATU HARI RAYA

1 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Warna-Warni Masa

September 2008
M S S R K J S
« Agu   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Yang Wira-Wiri Ke Sini:

  • 131,421
MAU DAPAT UANG TAMBAHAN? JOIN DI APENTA! Web Hosting RSSMicro FeedRank Results Locations of visitors to this page free counters

My site is worth
$1,002.75
Your website value?


%d blogger menyukai ini: